Sabtu, 29 Januari 2011

Allah Maha Mendengar

Allah Maha Mendengar, Maha Menatap, Maha Menyaksikan. Dialah Allah Yang Maha Tahu diri kita yang sebenarnya. Tiada yang tersembunyi bagi Allah Yang Maha Agung, Dia tahu setiap lirikan mata, dan niat dibalik lirikan. Dia tahu apa yang ada di benak pikiran kita, Dialah Allah Yang Maha Mendengar setiap tutur kata. Allah Maha T...ahu orang-orang yang terluka hatinya.

Allah Maha Tahu setiap dusta yang kita ucapkan. Allah Maha Mengetahui, segala kebusukan hati kita. Riya’ dibalik amal-amal kita, sombong dan takaburnya diri kita. Allah Maha Tahu segala kedengkian yang ada dihati ini, terhadap orang yang diberi rizki oleh Allah.

Allah Maha Tahu maksiat yang terang-terangan maupun maksiat yang sembunyi-sembunyi. Saat ini kita dihargai, bukan karena kemuliaan yang kita miliki, kita dihargai karena Allah masih menutupi kebusukan kita yang sebenarnya. Andaikata Allah berkehendak membeberkannya, maka tiada satupun yang bisa menghalangi.
Hanya Allah lah yang membuat kita masih dihargai orang lain. Amal yang kecil dan sederhana, Allah tampakkan kepada orang lain, sehingga orang lain menghormati dan menghargai diri kita.

Wahai saudaraku…..

Andaikata, esok lusa hidup kita berakhir, maka tiada satupun yang dapat menyelamatkan kita, selain karunia Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Mana amal yang kita miliki, sholat jarang khusuk, itupun hanya sisa waktu. Amal kita, shodaqoh kita hanya sisa uang, itupun yang tidak berharga. Andaikata kita menolong dan berbuat kebaikan, jarang ikhlas. Shaum yang kita lakukan di bulan ramadhan pun, kadang hanya perut saja yang puasa, mata tidak pernah berpuasa, hati tidak berpuasa.

Ya Allah, wahai Yang Maha Mendengar, wahai Yang Maha Menatap, wahai Yang Maha Tahu setiap perbuatan dan maksiat, ampunilah seluruh dosa kami Yaa Rabb. Ampuni sebusuk apapun diri kami, ampuni sebanyak apapun dosa yang melumuri tubuh kami ini, ampuni maksiat yang terang-terangan, maupun yang sembunyi-sembunyi kami lakukan.

Ya Allah, ampuni maksiat mata kami, jadikan mata ini menjadi mata, yang selalu akrab, dengan ayat-ayatMu. Jangan biarkan mata ini yang membuat hati kami mati. Ampuni maksiat dari pendengaran kami selama ini ya Allah, jadikan telinga kami menjadi telinga yang selalu rindu, mendengar kebenaranMu, telinga yang selalu rindu mendengar namaMu.

Ya Allah, ampuni segala maksiat mulut kami, ampuni segala kebohongan yang kami ucapkan, ampuni seandaiya mulut ini sering melukai hati ibu bapak kami. Ampuni jikalau dari mulut ini banyak orang yang tersakiti.

Ya Rabbana, jadikan mulut kami ini menjadi mulut yang selalu bersih dari kata dusta, lisan yang selalu basah menyebut namaMu, lisan yang menjadi cahaya ilmu bagi hamba-hambaMu, lisan yang Engkau ijabah doa-doanya.

Ya Allah, karuniakan kepada kami ampunan atas segala maksiat yang dilakukan tubuh ini, ampuni jikalau tubuh kami pernah berbuat nista, ampuni jikalau tubuh ini ada daging haram yang pernah kami makan makanan haram, harta haram.
Karuniakan kepada kami tubuh yang bersih Ya Allah, bersihkan dari kemaksiatan yang pernah dilakukan oleh jasad ini, ijinkan sampai akhir hayat tubuh ini bersih

Ya Allah, bersih dari harta haram, bersih dari makanan haram, bersih dari perbuatan haram.

Ya Allah, karuniakan kepada kami ampunan atas maksiat hati kami, ampuni jikalau kami sering berbuat takabur, jikalau hati ini sering menghina dan merendahkan hamba-hambaMu, ampuni jikalau kami sering riya’ Ya Allah, ampuni jika kedengkian masih bersemayam dihati ini.

Ya Rabbana, jauhkan dari diri kami segala kesombongan sekecil apapun, indahkan hati ini dengan hati yang tawadhu, jauhkan dari diri kami sifat riya’ dan pamer Ya Allah, indahkan hati kami menjadi hati yang ikhlas, hanya karena Engkau, jauhkan hati kami dari kedengkian, kebencian terhadap kaum yang beriman. Jadikan hati kami hati yang pernuh kemaafan, hati yang penuh kasih sayang.

Wahai Allah, karuniakan kepada kami hati yang selalu ingat kepadaMu, hati yang tidak bisa lupa padaMu, hati yang merasakan kehadiranMu, hati yang tidak berharap selain harapannya kepadaMu.

Rabb, indahkan hidup kami dengan hati yang merasakan, bahagianya mencintaiMu, mencintai orang-orang yang mencintaiMu.

Ya Allah, hanya Engkau Yang Maha Tahu kapan hidup kami berakhir, jadikan umur yang tersisa ini, bisa membahagiakan ibu bapak kami, golongkan sisa umur ini, bisa menjadi jalan kebahagiaan, kemuliaan bagi ibu bapak kami ya Alloh. Jadikan umur yang tersisa, bisa membangun rumah tangga yang sakinah, bisa menjadi orang tua atas anak-anak yang sholeh dan sholehah, menjadi hambaMu yang penuh manfaat.

Allohumma inna nasaluka ridhoka wal jannah, wana’udzubika min sakhotika wannar. Ya Allah, selamatkan bangsa ini, selamatkan umatMu ini Ya Allah, jangan biarkan kami diperbudak nafsu, jangan biarkan hidup kami ditipu oleh dunia ini, jangan biarkan kami diperdaya oleh syahwat, jangan biarkan kami terjerumus karena amarah, karuniakan kepada kami hidup penuh kemuliaan dengan cahaya ilmuMu ya Allah, karuniakan kepada kami para pemimpin yang berilmu, para pemimpin yang adil, para pemimpin yang sholeh, yang dapat membimbing kami mulia dunia akhirat.

Ya Allah, andai suatu saat hidup kami berakhir, ALLAHumma inna nasaluka taubatannasukha, wataubatan qoblal maut, warohmatan ‘indalmaut, wa maghfirotan ba’dalmaut. Allohumma inna nasaluka khusnul khotimah, wana’udzubika min suilkhotimah. Robbana atina fiddunya khasanah, wafil aakhiroti khasanah, waqina ‘adzabannar. Aamin Ya Allah Ya Robbal ‘Alamin…..

Minggu, 31 Oktober 2010

Profile Langit 7 (seven) INTERNET CAFE

Langit7 terletak di Kecamatan Puring. Tepatnya desa Sitiadi, samping Masjid Al-Mujahidin. Adapun pelayanan dari Langit7 mencakup :
  • Pembuatan Undangan
  • Foto Copy
  • Counter HP
  • Warnet juga ada
  • Cuci Motor & Mobil
  • Toko Kelontong
  • Kerajinan kayu ( meja, kursi, almari dll )


Minggu, 29 Maret 2009

Apa Itu Nyawa ROH.

"Hai jiwa yang tenang. Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku, masuklah ke dalam syurga-Ku". (Al Fajr :27-30)

Saya selalu sangat tersentuh dengan ayat ini. Ada kerinduan yang dipanggil oleh Allah dengan mesra.Tapi mungkinkah? Karena jiwa masih pekat ...dengan noda dosa, sangatlah sulit untuk membuatnya menjadi cemerlang. Masih sering terngiang di telinga akan pesan Allah dengan firman-Nya :

"Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya." (Asy Syams:9-10)


Jiwa mampu menyimpan semua memori dari semenjak lahir sampai jasad meninggal. Bagai sebuah server besar, mampu menyimpan miliran data. Tidak ada yang luput dari server ini, semua tersimpan dengan baik. Baik data kejahatan maupun data kebaikan. Berbeda dengan memori otak yang sangatlah terbatas. Misalnya kita disuruh untuk menghafal jenis mobil dan warnanya yang kita jumpai sepanjang perjalanan dari rumah sampai ke kantor. Sudah tentu terbatas sekali yang dapat kita hafalkan. Namun bila jiwa yang bersih, sangatlah tepat. Jangankan jenis mobil dan warnanya terhafal dengan baik bahkan dijalan apa dan pada jam berapa kita menjumpainya.

Data kejahatan membuat jiwa menjadi redup cahayanya atau bahkan padam sama sekali.

Sedangkan data kebaikan membuat jiwa menjadi bersinar terang. Dan sinar ini mampu

menghalau cahaya gelap. Dan di akhirat kelak data di server ini akan di tampilkan semua. Didalam perintah Running DOS kita biasa mengetikkan perintah DIR, maka semua file2 akan muncul.

Begitu pula dengan jiwa, semua akan ditampilkan sebutir-butirnya dari yang sekecil-kecilnya. Namun sebenarnya file kejahatan tidak semuanya akan ditampilkan. Karena ada fungsi Delete File atau Hidden File. Siapa yang bisa melakukan ini. Ya…pasti pemilik server tentunya Allah Rabbul Alamin. Dia mengampuni siapa yang di kehendakiNya.

Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS Az Zumar:53)

Semakin terang cahaya jiwa, semakin dekatlah ia kepada Allah. Dan semakin berat pula Godaan iblis. Karena iblis akan selalu mengirimkan pasukannya silih berganti untuk melalailkan sang jiwa ini. Dan jangan ditanya berapa banyaknya. Semakin bersih jiwa semakin kuat iblis yang dikirimkan.

Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). (QS Al A'raaf:16-17)

Banyak yang tersalah pengertian antara JIWA (nafs) dan ROH. Banyak yang menganggapnya sama, padahal sesungguhnya keduanya sangat berbeda. Jiwa adalah badan halus manusia, yang bisa pergi – keluar dari Jasad fisik, ketika manusia sedang bermimpi, atau ketika Out of Body Experience atau PLB – Perjalanan Luar Badan. Jiwa, merupakan tubuh halus manusia. Jiwa memiliki perangkat-perangkat yang menyebabkan manusia dicap sebagai makhluk sosial, makhluk cerdas (Aqal), makhluk spiritual (Qolbu). Jiwa yang menanggung semua akibat perbuatan tubuh fisikal dan tubuh dalam.

Jiwa diciptakan sempurna tanpa cacat. Tidak ada yang terlahir sakit jiwa. Tidak ada bayi cacat. Jiwa adalah putih bersih ketika dilahirkan, lingkungan dan pengalamanlah yang membuatnya tetap putih atau kotor.

- Komponen yang dimiliki jiwa: Nafsu (syahwat, emosi), Hasrat (keinginan, ego), Aqal, Qolbu dll.

- Indera Jiwa sering disebut pula sebagai Indera batin. Jiwa juga memiliki indra penglihatan dan pendengaran. Dari situlah syaitan (dan jin) memberikan pengaruhnya ke jiwa, berupa suara-suara dihati kita yang mengajak ke perbuatan negatif.

- Qolbu adalah Jantungnya Jiwa. Qolbulah yang menentukan baik-buruknya Jiwa.

- Gelap-terangnya Jiwa. Sesungguhnya Ruh itu selalu mengajak Jiwa ke jalan yang lurus, tetapi setan sangat gigih menyeru peralatan Jiwa agar sesat.

Firman Allah dalam Al-Qur’an : "Setan adalah musuh yang nyata"

Suara-suara di Qolbu (hati) adalah Suara si jiwa sendiri, Suara Roh kita, Suara makhluk lain.

Tingkatan Kesadaran Jiwa, secara garis besar, ada 7 (tujuh) lapisan yang membatasi antara Jiwa dan Roh, yang berhubungan dengan tingkatan kesadaran Jiwa. Lapisan tersebut hanya bisa ‘terbuka’ dengan melalui sedikit cara. Salah satu caranya adalah dengan ‘keseriusan’ berupaya membersihkan diri, membersihkan Jiwa, membersihkan Qolbu (hati) dengan NIAT mendekatkan diri kepada ALLAH SWT - Sang Khalik. Atau merupakan sebuah anugerah karunia-NYA (given). Lapisan ini berubah pula menjadi hijab kalau kotor. Bila pada lapisan 1 yang kotor (hijab) berakibat komunikasi antara Jiwa dengan Ruh terganggu. Muncullah penyakit non-fisik/kejiwaan (nafs) seperti pemarah, kejam, nafsuan, dll).

Lapisan2 Nafs Lawwamah, Ammarah-bissu, dan nafs Muthmainah, terbukanya (bersihnya) masing-masing lapisan tersebut, akan menumbuhkan kesadaran dan kemampuan Jiwa yang lebih tinggi..

"Kesadaran tertinggi dari Jiwa adalah Kesadaran Ruhiah - Illahiah. Inilah yang didambakan oleh para pejalan spiritual.

Wallahu Ta'ala 'Alam bishowab
Abi Aulia

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Best CD Rates